08/09/2011Perencanaan Design Kolam RenangBerikut ini informasi bagi Anda yang berencana memiliki sebuah kolam renang pribadi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam perencanaan diantaranya:
Pertama : Ketersediaan Lahan untuk Lokasi Kolam.
Ketersediaan lahan sebagai tempat lokasi penempatan kolam renang nanti merupakan hal pertama yang harus dipertimbangkan. Sebuah kolam renang keluarga tentunya berdekatan atau menjadi satu dengan area rumah.
Kedua : Mempelajari Jenis Struktur dan Sistem Filtrasi Kolam Renang
Sebagaimana artikel terdahulu mengenai jenis-jenis kolam renang yang saat ini disediakan oleh kontraktor kolam renang, berikut informasi perbedaan mendasar dari dua jenis struktur konstruksi dan system filtrasi kolam renang :
A. Sistem kolam renang konvensional/ dengan pemipaan (underground piping).
Sistem kolam renang pemipaan adalah sistem pembuatan kolam renang dimana pada struktur konstruksi bagian bawah kolam di tanam pipa – pipa yang digunakan untuk membantu mengalirkan air ke tanki penyaringan dan untuk mengalirkan air yang telah difilter kembali ke kolam.
B. Sistem kolam renang terintegrasi (integrated pool and filter).
System kolam renang jenis ini adalah system kolam renang dimana pada struktur konstruksi kolam tidak diperlukan pipa-pipa. Untuk penyaringan air, digunakan system filtrasi yang secara struktur menyatu dengan struktur kolam utama (monolithic structure). System ini sangat menguntungkan bagi pemilik kolam yang tidak memiliki lahan yang luas, karena penenmpatan pompa dan filter kolam yang digunakan diletakkan dibibir/ didalam kolam.
Ketiga : Memilih bahan Material Konstruksi kolam renang.
Hal lain yang sangat penting adalah pertimbangan dalam memilih bahan untuk material konstruksi kolam renang. Bahan material konvensional dengan system pengecoran pada seluruh struktur kolam dapat saja dilakukan untuk kolam yang berada pada lokasi tanah yang stabil dan tidak rawan gempa, sebaliknya perhitungkan resiko keretakan bila kolam dibangun pada wilayah yang rawan terkena gempa bumi
Keempat : Mengetahui Tipe-tipe Filter kolam renang
Pada komplimen sebuah kolam renang, filter digunakan sebagai alat untuk mensirkulasi air dan bahan obat-obatan (chemical) agar kejernihan dan kebersihan air selalu terjaga. Ada beberapa tipe filter yang dapat kita pilih pada saat perencanaan awal sebelum membuat kolam renang. Alternatif tipe filter yang akan digunakan nantinya sangat berhubungan dengan konstruksi struktur kolam renang itu sendiri. Tiga macam tipe filter dapat anda pelajari pada posting kami terdahulu yakni Type of Pool Filters.
Kelima : Mempelajari Cara Merawat Kolam dan Perawatan Air Kolam Renang
Untuk perawatan air kolam, dapat dilakukan sendiri atau menyewa jasa yang khusus melakukan perawatan air. Sedangkan untuk chemicalnya dapat dibeli sendiri atau dapat pula dibeli pada pihak penyedia jasa perawatan kolam renang. Mudah tidaknya pekerjaan perawatan kolam tentunya tergantung pula pada jenis struktur konstruksi dan system filtrasi seperti sebagaimana dipaparkan tersebut di atas.
Pertama : Ketersediaan Lahan untuk Lokasi Kolam.
Ketersediaan lahan sebagai tempat lokasi penempatan kolam renang nanti merupakan hal pertama yang harus dipertimbangkan. Sebuah kolam renang keluarga tentunya berdekatan atau menjadi satu dengan area rumah.
Kedua : Mempelajari Jenis Struktur dan Sistem Filtrasi Kolam Renang
Sebagaimana artikel terdahulu mengenai jenis-jenis kolam renang yang saat ini disediakan oleh kontraktor kolam renang, berikut informasi perbedaan mendasar dari dua jenis struktur konstruksi dan system filtrasi kolam renang :
A. Sistem kolam renang konvensional/ dengan pemipaan (underground piping).
Sistem kolam renang pemipaan adalah sistem pembuatan kolam renang dimana pada struktur konstruksi bagian bawah kolam di tanam pipa – pipa yang digunakan untuk membantu mengalirkan air ke tanki penyaringan dan untuk mengalirkan air yang telah difilter kembali ke kolam.
B. Sistem kolam renang terintegrasi (integrated pool and filter).
System kolam renang jenis ini adalah system kolam renang dimana pada struktur konstruksi kolam tidak diperlukan pipa-pipa. Untuk penyaringan air, digunakan system filtrasi yang secara struktur menyatu dengan struktur kolam utama (monolithic structure). System ini sangat menguntungkan bagi pemilik kolam yang tidak memiliki lahan yang luas, karena penenmpatan pompa dan filter kolam yang digunakan diletakkan dibibir/ didalam kolam.
Ketiga : Memilih bahan Material Konstruksi kolam renang.
Hal lain yang sangat penting adalah pertimbangan dalam memilih bahan untuk material konstruksi kolam renang. Bahan material konvensional dengan system pengecoran pada seluruh struktur kolam dapat saja dilakukan untuk kolam yang berada pada lokasi tanah yang stabil dan tidak rawan gempa, sebaliknya perhitungkan resiko keretakan bila kolam dibangun pada wilayah yang rawan terkena gempa bumi
Keempat : Mengetahui Tipe-tipe Filter kolam renang
Pada komplimen sebuah kolam renang, filter digunakan sebagai alat untuk mensirkulasi air dan bahan obat-obatan (chemical) agar kejernihan dan kebersihan air selalu terjaga. Ada beberapa tipe filter yang dapat kita pilih pada saat perencanaan awal sebelum membuat kolam renang. Alternatif tipe filter yang akan digunakan nantinya sangat berhubungan dengan konstruksi struktur kolam renang itu sendiri. Tiga macam tipe filter dapat anda pelajari pada posting kami terdahulu yakni Type of Pool Filters.
Kelima : Mempelajari Cara Merawat Kolam dan Perawatan Air Kolam Renang
Untuk perawatan air kolam, dapat dilakukan sendiri atau menyewa jasa yang khusus melakukan perawatan air. Sedangkan untuk chemicalnya dapat dibeli sendiri atau dapat pula dibeli pada pihak penyedia jasa perawatan kolam renang. Mudah tidaknya pekerjaan perawatan kolam tentunya tergantung pula pada jenis struktur konstruksi dan system filtrasi seperti sebagaimana dipaparkan tersebut di atas.
Tips Membuat Kolam Renang Di Rumah Bagi kita yang hobbi berenang, mempunyai kolam renang sendiri di rumah menjadi solusi yang baik. Memang impian mempunyai kolam renang sendiri sangat didambakan setiap orang. Kebanyakan kalau kita berkunjung ke rumah yang mempunyai kolam renang sendiri, pasti muncul perkataan seperti ini, “wah rumahnya keren punya kolam renang sendiri :d ”.Teras atau pool deckBanyak solusi membuat teras atau pool deck untuk desain kolam renang. Misalnya teras dengan dek kayu, lantai dengan batuan alam, stepping stone yang ditata dengan rapi, atau teras yang menyatu dengan bangunan rumah.Pemilihan batu alam seperti batu palimanan juga bisa sobat terapkan. Yang perlu diperhatikan adalah teras yang kita buat harus anti selip atau tidak licin. Tentu keselamatan dan kenyamanan menjadi faktor utama dalam membuat kolam renang ini.VegetasiBerikan sentuhan alami dengan pemberian beberapa vegetasi seperti pohon kelapa (cocos nucifera), kamboja (plumeria rubra, obtusa, atau acutifolia), dadap merah (erythrina crista galli), atau pisang kipas bisa menjadi pilihan yang baik untuk mendampingi sebuah kolam renang.Ketinggian permukaan lantaiKemudian usahakan level atau ketinggian kolam renang tidak lebih tinggi dari teras atau pool deck. Kenapa? Jawabannya adalah demi kenyamanan pengguna kolam renang tersebut (silahkan melihat gambar pada poin selanjutnya). Kecuali jika sobat membuat anak tangga menuju ke kolam renang.Edging atau pinggiran kolamGunakan pinggiran kolam renang yang tidak lancip. Pinggiran atau edging yang baik sebaiknya membulat pada sudutnya. Tujuannya untuk keamanan di dalam kolam renang. Buatlah bentuk kolam yang elegan. Ini dimaksudkan agar kolam renang tersebut lebih mudah dalam segi pembersihan atau perawatannya. Tapi jika sobat suka dengan bentuk persegi atau persegi panjang sangat memungkinkan juga kok.Kedalaman airKedalaman untuk desain kolam renang untuk dewasa yang saya rekomendasikan antara 1,4 meter hingga 2 meter. Atau bisa menggabungkan keduanya dengan membuat ramp sebagai pemisah kedalamannya. Sedangkan untuk kolam renang anak, kedalaman tidak lebih dari 0,5 meter.Anak tanggaBila memiliki steps atau tangga di dalam kolam renang, usahakan ketinggian anak tangga tidak lebih dari 18,5 cm. Ini adalah ketinggian yang nyaman dan direkomendasikan dalam desain rumah, bangunan maupun di dalam desain taman.LantaiBerikan permukaan lantai kolam yang tidak licin. Batu alam dengan permukaan kasar juga menjadi pilihan yang baik. Saya rekomendasikan menggunakan batu sukabumi atau green stone, karena memiliki tekstur dan warna hijau yang cerah ketika berada di dalam air. Lantai keramik dengan mozaiknya juga bisa diterapkan, bila sobat suka dengan desain mozaik. Selain itu hindari bentuk yang terlalu meruncing. Tujuannya agar perawatan kolam ini tidak terlalu sulitAir dan sirkulasiAir kolam dengan sistem sirkulasi yang baik mendukung kenyamanan pada kolam renang. Pemberian overflow atau tumpahan air di pinggir kolam, dapat menambah suasana nyaman di area tersebut. Sobat bisa menggunakan batu candi sebagai pinggiran dari overflow tersebut. Seperti yang sudah saya tampilkan pada gambar disamping. Pada gambar tesebut dinding dari overflow menggunakan batu tumpuk yang berguna untuk mengeluarkan bunyi gemericik air yang mengalir.
